MyPassion
Kawasan Desa Parbaba, Pilot Project Penataan Kawasan Perdesaan
31 Oktober 2016 \\ \\ 666

Samosir – Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menetapkan kawasan Desa Parbaba ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project penataan kawasan perdesaan di Kabupaten Samosir. Penetapan dilakukan oleh Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang, Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan. Penetapan ini diharapkan dapat menghasilkan Rencana Induk Kawasan (RIK) yang disusun secara partisipatif.

Kawasan Perdesaan Parbaba terdiri dari 5 (lima) desa yakni Desa Sialanguan, Desa Situngkir, Desa Huta Bolon, Desa Siopat Sosor, dan Desa Parbaba Dolok yang secara administratif terletak di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Budi menjelaskan kawasan ini terpilih sebagai pilot project karena perkembangan kawasann Parbaba sangat cepat sehingga perlu dikendalikan pembangunannya melalui tata ruang. 

“Tahun lalu, saya sempat kesini, belum ada apa-apa, tapi setahun kemudian sudah berdiri 3 (tiga) hotel dan sudah ada fasilitas untuk rekreasi seperti boat(speed boat-red)dan sejenisnya. Namun, perkembangannya tidak memperhatikan sempadan danau, sehingga perlu dibuat rencana induknya,” ujarnya dalam Workshop Peningkatan Kualitas Tata Ruang Kawasan Perdesaan di Kabupaten Samosir, Jumat (21/10). Nantinya, RIK Perdesaan Parbaba dapat dimasukan dalam kawasan strategis kabupaten, seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Kegiatan workshop ini merupakan lanjutan dari serangkaian kegiatan Peningkatan Kualitas Tata Ruang Kawasan Perdesaan di Kabupaten Samosir dengan agenda Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Penyusunan dan Implementasi Rencana Induk Kawasan (RIK) Perdesaan Parbaba. Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ BPN, DR.Ir. Budi Situmorang, MURP, Bupati Samosir, Drs. Rapidin Simbolon, MM, dan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan (perwakilan).

Menanggapi penetapan ini Rapidin menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat khususnya Kementerian ATR BPN terhadap Kabupaten Samosir. “Kami menyambut baik rencana ini dan akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh,” ucapnya. Ia berharap pengembangan Kawasan Perdesaan Parbaba mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya melalui pendekatan penataan kawasan. “Beberapa bulan yang lalu, saya bersama 6 (enam) kepala daerah lain yang termasuk dalam Kawasan Danau Toba ditugaskan Presiden ke China untuk melihat kawasan wisata danau disana untuk belajar.Ternyata pas saya lihat, airnya keruh, masih bagus di tempat kita, tapi penataan dan pengelolaannya itu yang jadi kekuatannya. Harapan saya kita bisa mencontoh mereka bahkan harus lebih baik,” tambah Rapidin.

Dalam pertemuan tersebut telah disepakati hal-hal berikut antara lain:

  1. Penetapan lokasi Kawasan Perdesaan Parbaba meliputi Desa Sialanguan, Desa Situngkir, Desa Huta Bolon, Desa Siopat Sosor, dan Desa Parbaba Dolok dengan fokus pada pengembangan kawasan wisata pantai pasir putih dan kawasan perdesaan ini ditetapkan dengan SK Bupati;
  2. Rencana Induk Kawasan sebagai dokumen perencanaan memuat kebutuhan pembangunan kawasan dari berbagai sektor, meliputi: pengembangan kegiatan agropolitan, pengembangan permukiman, pengembangan permodalan/lembaga keuangan mikro, pengembangan jaringan infrastruktur, penerapan teknologi dan informasi, pengembangan kelembagaan dan kerjasama serta pengembangan pendidikan kejuruan dan pelatihan keterampilan;
  3. Rencana Induk Kawasan Perdesaan Parbaba ditetapkan dengan Peraturan Bupati dan menjadi acuan dalam pelaksanaan program pembangunan kawasan melalui dana APBN, APBD Provinsi/Kabupaten, APBDes, serta dana dari swasta dan masyarakat lainnya, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
  4. Pemerintah daerah mendorong segera terbentuknya Tim Pengelola Kawasan Perdesaan (Tim POKADES) yang beranggotakan unsur pemerintah dan masyarakat lintas desa di Kawasan Perdesaan Parbaba dan ditetapkan dengan SK Bupati;
  5. Semua pihak yang menandatangani berita acara ini akan bekerjasama dan menindaklanjuti kesepakatan ini berdasarkan tanggung jawab dan kewenangan masing-masing.

Budi menambahkan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Samosir harus segera disahkan agar dapat terlihat arah pembangunan Kabupaten Samosiruntuk 20 tahun mendatang. Rencana Induk Kawasan Perdesaan Parbaba yang saat ini sedang disusun dapat menjadi masukan untuk RTRW Kabupaten Samosir sekaligus merespon keberadaan Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba yang telah ditargetkan oleh Presiden untuk membuat rencana induknya dalam 3 bulan ke depan.

Berita ini disadur dari www.bpn.go.id pada 27 Oktober 2016

Berikan komentar.